Olahraga pada Anak? Memangnya Perlu Ya?

Pentingnya Tetap Berolahraga di Era Pandemi

Sebagai dokter anak, saya tidak jarang ditanya tentang hal ini. Yang sebetulnya nggak salah-salah amat sih, karena sebagai orangtua dari tiga orang anak, saya paham betul bagaimana aktifnya anak-anak itu setiap harinya, berlari-lari, melompat-lompat, kejar-kejaran, dan sebagainya. Sehingga apabila kita bilang anak masih perlu olahraga, rasanya terdengar tidak umum.

Tapi itulah faktanya, para ahli menyatakan bahwa olahraga memang diperlukan pada setiap tahapan usia, bukan pada masa remaja atau dewasa saja. Manfaat olahraga pada anak juga sangat besar, baik sebagai upaya memelihara kesehatan, juga mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan si anak.

Apa Manfaat berolahraga bagi Anak?

Perkara olahraga ini menjadi lebih penting lagi di masa pandemi seperti sekarang, di kala urusan menjaga kesehatan jadi jauh lebih penting daripada sebelumnya. Malah dikatakan bahwa berolahraga rutin selama 30 menit per hari akan menurunkan risiko terinfeksi Covid-19. Jadi olahraga jelas penting, meskipun lokasi kita berolahraga tentu tidak sama seperti dulu.

thewalkingdoctor aktivitas fisik

Pada anak-anak dan remaja, aktivitas fisik dapat meningkatkan:

  • Kebugaran fisik, terutama kebugaran kardiorespirasi dan otot,
  • Kesehatan kardiometabolik, seperti mengendalikan tekanan darah, dislipidemia, glukosa, dan resistensi insulin,
  • Kesehatan tulang
  • Kemampuan kognitif (kinerja akademik, fungsi pengambilan keputusan),
  • Kesehatan mental (mengurangi gejala depresi),
  • Mengurangi penumpukan lemak.

Berapa Lama Anak Harus Berolahraga?

Sekarang berapa lama anak harus berolahraga setiap hari atau setiap minggunya? Nah untuk membahas masalah ini, kita akan membagi anak menjadi beberapa tahapan seperti ini:

Pada masa bayi dan balitathewalkingdoctor aktivitas anak

Bayi tetap memerlukan aktivitas fisik setidaknya beberapa kali dalam sehari, sembari Anda mengganti popok atau mengganti bajunya, posisikan ia terlentang sembari mengajaknya bermain. bagi bayi yang belum bisa merangkak, posisikan ia dalam posisi tengkurap setidaknya selama 30 menit per harinya. Apabila anak perlu menggunakan stroller, kursi, atau digendong, upayakan waktunya tidak lebih dari satu jam per kalinya.

Masa Balita

Untuk masa ini kita akan membaginya lagi ke dalam dua tahapan usia: Usia 1-2 tahun dan 3-4 tahun. Anak baduta (bawah dua tahun) memerlukan beragam aktivitas fisik selama 180 menit setiap harinya, lebih banyak akan lebih baik, termasuk di dalamnya adalah aktivitas fisik yang sedang hingga berat (lamanya tidak ditentukan untuk aktivitas sedang dan berat).

Serupa dengan anak usia di bawah satu tahun, apabila anak perlu menggunakan stroller, kursi, atau digendong, upayakan waktunya tidak lebih dari satu jam per kalinya. Dengan screen time (kegiatan seperti menonton televisi, main gadget, main game) tak lebih dari satu jam per hari untuk usia 2 tahun ke atas, sedangkan anak usia 1 tahun ke bawah tidak diperbolehkan adanya screen time.

Usia Anak 3-4 Tahun

Anak usia ini memerlukan olahraga setidaknya 180 menit setiap harinya dengan di antaranya ada 60 menit aktivitas fisik yang tergolong sedang dan berat, upayakan waktu menonton (televisi, gadget), bermain game, tidak lebih dari satu jam per hari, lebih sedikit akan lebih baik.

Usia 5 Tahun ke Atas

thewalkingdoctor aktivitas fisik anak

Anak usia lima tahun ke atas harus berolahraga dengan intensitas sedang hingga kuat, terutama gerakan-gerakan aerobik setidaknya 60 menit per hari. Olahraga tadi juga harus menyertakan aktivitas aerobik berintensitas tinggi serta aktivitas penguatan otot dan tulang minimal 3 hari dalam seminggu.
Jangan lupa juga untuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan untuk kegiatan yang tak melibatkan aktivitas fisik, terutama jumlah screen time.

Nah, sudah jelas ya sekarang kalau anak juga butuh “dijatah” aktivitas fisiknya, jangan sampai kurang ya. Tentunya agar anak-anak kita makin memahami pentingnya berolahraga, orangtuanya juga harus terlebih dulu memberi contoh dong. Jangan lupa jatah olahraga Anda: 150 menit per minggu!


Sumber Kutipan:

  1. Physical Activity. WHO, 2020. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/physical-activity
  2. Pentingnya Olahraga 30 Menit untuk Turunkan Risiko COVID-19. Tempo, 2020. https://gaya.tempo.co/read/1409495/pentingnya-olahraga-30-menit-untuk-turunkan-risiko-covid-19
  3. Physical Activity Across Life Stages. VicHealth, 2017. https://www.vichealth.vic.gov.au/media-and-resources/publications/life-stages

*Materi ini disampaikan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional 2020 oleh dr. Krisna Adhi, Sp. A. Mengutip sebagian atau seluruh materi dalam tulisan ini diperbolehkan dengan tetap mencantumkan sumbernya (thewalkingdoctor.com dan Krisna Adhi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *