Jadwal Makan Anak? Memangnya Perlu?

Sangkalan: Materi yang dipaparkan dalam tulisan ini hanya berfungsi sebagai edukasi kesehatan dan tidak untuk menggantikan fungsi konsultasi dengan dokter yang sesungguhnya. Silakan berkonsultasi dengan dokter anak terdekat Anda apabila Anda merasa membutuhkan konsultasi lebih lanjut.

Contoh lembar jadwal makan dapat Anda unduh melalui tautan ini (format .pdf, ukuran 102 Kb).


Masalah Makan Sebagai Problem Klasik

Masalah praktik pemberian makan ini boleh dibilang adalah salah satu topik yang nggak ada habisnya dalam dunia kesehatan anak, termasuk dalam praktik sehari-hari, karena selalu aja muncul pertanyaan semacam:

  1. Kenapa anak saya susah makan makanan padat?
  2. Anak saya menolak susu formula, jadi diberi apa ya? atau
  3. Si kecil maunya hanya ASI, bagaimana mengatasinya?

Sebetulnya sudah banyak sekali pembahasan mengenai hal ini, dan mau yang manapun “madzhab” yang Anda mau ikuti, sah-sah aja sih. Yang patut diingat, karena kondisi satu anak dan lainnya, keadaan orangtua, bagaimana latar belakang sosial ekonomi antara satu keluarga dan lainnya sangat beragam, maka akan sangat memengaruhi keputusan yang dokter anak Anda jelaskan.

Menyoal Jadwal Makan Anak

Jika Anda membaca tulisan ini mengikuti petunjuk yang tertera di “Jadwal Makan” yang kami berikan, besar kemungkinan masalah pada anak Anda adalah teknis pemberian makannya yang belum tepat aja. Adapun kemungkinan lainnya adalah adanya penyakit yang diderita si anak sehingga berat badannya sulit naik, dan sebagainya.

Nah, seperti apa teknis pemberian makan yang seharusnya, berikut akan kami bahas salah satu di antaranya.

Jadwal Makan Anak

Contoh gambar jadwal makan anak.

Aturan-Aturan Makan

1. Gunakan Kursi Khusus untuk Makan.

Kursi makan

Kursi Makan Anak (ikea.com)

Mungkin terdengar sangat “wah” ya, karena harus sampai beli kursi khusus makan. Tapi sebetulnya ini investasi yang bagus loh, karena selain membiasakan anak “makan pada tempatnya”, tapi makan dengan posisi duduk bisa mencegah anak dari tersedak saat makan, dan ini bukan perkara remeh, karena tersedak bisa menyebabkan kematian pada anak.

2. Buat Jadwal Makan Anak

Kapasitas perut anak belum sebesar orang dewasa, dan kebanyakan orangtua juga tidak mengetahui kalau sesungguhnya mereka sendiri butuh makan 5-6 kali setiap harinya. Sehingga memberikan makan kepada anak hanya sebanyak 3 kali tentu sangatlah tidak memadai.

Membuat jadwal makan juga memudahkan komunikasi antara orangtua dan pengasuh (misal kadang anak juga dipegang nenek/ pengasuh), sehingga tidak terjadi tumpang tindih antara satu waktu makan dengan waktu lainnya.

Berapa jadwal makan yang ideal bagi anak Anda? Jawabannya bisa beragam, tapi sebaiknya anak diberikan makan setiap 2-3 jam sekali selama bangun, dan diberikan tambahan 2-3 kali pada saat ia tidur.

Jumlah ini boleh jadi akan berbeda dari satu anak dan lainnya, karena status gizi yang berbeda memerlukan perhatian yang berbeda juga, anak yang sudah overweight tentu tidak perlu lagi diberikan banyak susu formula setiap harinya, tidak seperti mereka yang masih mengejar ketertinggalan berat badannya.

3. Batasi Durasi Pemberian Makan Menjadi Hanya 30 Menit

Tidak, Anda tidak sedang salah baca, waktu makan anak memang tidak boleh lebih dari 30 menit, lebih dari itu, baik yang diberi maupun si pemberi makan boleh jadi akan mengalami stres, pun jadwal makan di waktu berikutnya juga akan menjadi terganggu karena si anak masih merasa kenyang oleh makanan sebelumnya.

Membatasi waktu makan di 30 menit juga memberi kesempatan kepada si anak untuk belajar seperti apa rasanya lapar. Anak yang lapar akan lebih mudah menerima apapun yang disodorkan kepada dirinya di waktu makan berikut.

4. Jangan Menyerah Jika Anak Menolak Makanan Tertentu

Anak boleh jadi akan menolak makanan tertentu, misalkan ikan atau hati ayam. Situasi seperti ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut, karena di kemudian hari ia akan menjadi semakin pemilih dalam hal makanan. Tetap sodorkan apa yang ia tidak suka sebelumnya, tapi tentu juga harus dengan strategi khusus, di antaranya:

a. Berikan makanan yang sulit diterima oleh anak ini di saat anak sedang lapar, anak yang lapar akan mudah menerima makanan apapun yang disodorkan kepadanya, membuat anak lapar salah satunya bisa dengan menghilangkan jadwal pemberian camilan untuk sementara.

b. Berikan anak “penghargaan” bila ia bisa menghabiskan makanan tadi, contoh bentuk penghargaan ini bisa dalam bentuk stiker bintang yang ditempel di buku catatannya atau di meja makannya. Biarkan si anak menempel stikernya sendiri.

c. Singkirkan kudapan yang bisa menggoda anak dari pandangan.

5. Berikan hanya air putih untuk minum

 

 

Es Teh

Jangan berikan minuman manis atau jus buah di antara jadwal makan, tapi berikan air putih saja, karena keduanya (yang mengandung gula) bisa membuat si anak kehilangan rasa laparnya dan menolak makanan yang diberikan.

Sebagai Kesimpulan:

  • Jadwal makan dapat membantu dalam proses anak belajar makan,
  • Orangtua dan pengasuh dapat memanfaatkan jadwal makan dalam mengkomunikasikan rencana makan yang akan diberikan kepada anak,
  • Kondisi klinis anak, latar belakang keluarga, sosial ekonomi yang berbeda-beda boleh jadi akan membuat penerapan jadwal makan tidak sama antara satu anak dengan lainnya, konsultasikan dengan dokter anak terdekat Anda untuk penjelasan lebih lanjut.

Sumber Kutipan:

  1. Sulit Makan pada Bayi dan Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak
  2. Infant Choking. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-choking/art-20044661
  3. Strategi Makan pada Anak. https://www.nationwidechildrens.org/-/media/documents/113680
  4. Kursi Makan Anak. https://www.ikea.com/gb/en/p/antilop-highchair-with-tray-white-silver-colour-s29067293/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *