Pagar Alam

Tugu Rimau Pagar Alam

Pemandangan ke arah kota Pagar Alam, diambil dari Tugu Rimau.

Tidak. Kami tidak sedang lebay saat mengatakan bahwa Pagar Alam adalah potongan surga yang tersembunyi di tanah Sumatera.

Justru karena kami pernah menghabiskan waktu satu tahun lamanya bekerja di sana, mengikuti event pariwisata, menelusuri jalanan setapak, melakukan eksplorasi tempat-tempat yang jarang dijamah penduduk lokal apalagi wisatawan, sehingga kami berani menyanjung kota bunga itu setinggi langit.

Bahkan saking cintanya kepada Pagar Alam, kami sempat menulis selembar surat cinta tahun 2019 lalu yang sedikit banyak menggambarkan wujud kepedulian kami terhadap kemajuan pariwisata kota Pagar Alam.

Tapi sebagaimana sekeping koin yang memiliki dua sisi, kemolekan kota Pagar Alam juga masih dirundung awan kelabu, sehingga hingga kini pamornya relatif belum terdengar di jagat pariwisata nasional, apalagi internasional.

Medio 2019 pernah terjadi sebuah kecelakaan lalulintas terjadi, sebuah bus terjun ke dalam jurang di tengah malam menggegerkan bahkan hingga ke mancanegara.

Berhari-hari liputan kecelakaan itu masuk siaran televisi nasional, berita daring maupun luring, dan menjadi trend di YouTube.

Nahasnya belum juga masyarakat dikagetkan oleh peristiwa kecelakaan, kota Pagar Alam dan Lahat kembali mendapat “kejutan” tak menyenangkan lain, yakni kehadiran harimau Sumatera di lokasi perkebunan teh dan kopi yang juga kembali merenggut korban jiwa.

Dan kini ada pandemi Covid-19 yang membuat kota-kota seolah “tersekat” di antara satu dan lainnya.

Kita belum tahu berapa lama pandemi ini akan berlangsung, tapi yang kami tahu, tanpa kehadiran pandemi sekalipun, perjuangan memajukan pariwisata Pagar Alam sudah sangatlah berat.

Namun sebagaimana setiap peristiwa hadir membawa pelajaran bagi mereka yang mau untuk berubah, maka hakikatnya pandemi ini sebetulnya merupakan waktu yang tepat untuk melakukan berbagai evaluasi diri, waktu untuk belajar hal-hal baru yang diperlukan sebagai upaya bertahan dan berkembang di masa yang akan datang.

Lagipula apalagi yang bisa kita lakukan sekarang? Selain dari mengerjakan apapun yang terbaik yang bisa kita berikan saat ini.

Semoga kita masih diberi waktu.

Likuan Endikat
Wisata Pagar Alam

Video Pilihan

Megalitikum Besemah

Tebat Gheban