Pagar Alam merupakan surga tersembunyi di ujung Sumatera Selatan, lokasinya yang agak sulit dijangkau (8 jam perjalanan darat dari Palembang) membuatnya seolah “tak terjamah” manusia. 

Padahal di kota kecil nan asri ini tersimpan banyak sekali potensi wisata alam yang takkan kalah dibanding tempat wisata alam top lainnya di Indonesia.

Malahan, Pagar Alam memiliki warisan budaya nenek moyang berupa Megalith yang tersebar di antara bukit dan lembahnya.

Apa saja wisata yang menarik di Pagar Alam? Daftar kami sangat panjang di sini!

Pertanyaan Seputar Pagar Alam

Pagar Alam memiliki objek wisata yang jarang dimiliki tempat wisata lain di Indonesia, bahkan di dunia! Yakni objek wisata peninggalan prasejarah. Lokasinya tersebar di antara bukit dan lembah di kota kecil nan sejuk ini. Beberapa sumber mengatakan ada sekitar 22 situs purbakala di Pagar Alam.

Selain dari itu, Pagar Alam terkenal karena keindahan alamnya. Mulai dari kebun teh di Gunung Gare, Kampung Empat, hingga berbagai curup (air terjun) dengan air yang jernih dan dingin.

Wisata kuliner di Pagar Alam juga tak kalah terkenalnya, ada ikan bakar Karjak, rumah makan padang Ridwan, Anda juga harus coba bebek tauconya Resto 88 yang tidak ada duanya.

Kesimpulan kami, kota Pagar Alam memiliki paket lengkap yang unik dalam hal pariwisata yang jarang dimiliki kota-kota lain.

Pagar Alam berada di provinsi Sumatera Selatan. Dari kota Palembang, Anda bisa mencapai Pagar Alam dengan menggunakan pesawat terbang, waktu tempuhnya tidak sampai 1 jam.

Pilihan lainnya, Anda bisa menggunakan kereta api lalu turun di Lahat. Dari Lahat perjalanan menuju Pagar Alam harus disambung dengan menggunakan kendaraan. Tersedia angkutan umum dari Lahat ke Pagar Alam dan sebaliknya dengan tarif hanya Rp30.000,00 (harga 2019 lalu ya). Waktu tempuhnya sekitar 4 jam naik kereta dan 1 jam naik angkutan.

Pilihan lainnya yaitu naik travel dari Palembang menuju Pagar Alam. Waktu tempuhnya sekitar 8 jam perjalanan, termasuk istirahat.

Bagus atau tidaknya tentu relatif ya, tapi ada banyak sekali pilihan penginapan di Pagar Alam. Mulai dari harga Rp150.000,00 hingga Rp600.000,00 per kamar per malamnya (setidaknya yang pernah kami kunjungi).

Kondisinya penginapan di kota ini rata-rata cukup layak dan terawat, beberapa bahkan bisa dibilang cukup mewah.

Fasilitas yang ditawarkan juga beragam tergantung dari tarifnya, tapi setidaknya fasilitas air panas untuk keperluan mandi sudah menjadi standar untuk semua penginapan yang ada.

Jika ingin memiliki lebih banyak pilihan, kami menyarankan untuk mencari penginapan di kawasan gunung Gare. Di sana ada beragam penginapan dengan beragam harga, walau di kawasan pusat kota Pagar Alam sendiri juga terdapat beberapa hotel dan penginapan.

Kota Pagar Alam relatif aman. Sepanjang satu tahun kami tinggal di sana nyaris tidak ada isu keamanan berarti.

Satu-satunya yang patut diperhatikan mungkin perlunya pemandu jika ingin berwisata ke kawasan yang lokasinya agak terpencil, misalnya ke curup Maung atau ke Kampung Empat.

Sedangkan untuk berwisata ke lokasi yang sudah lebih terbuka seperti kawasan kebun teh, Tugu Rimau sama sekali tidak ada masalah. Penduduk sekitar cukup ramah terhadap pendatang. Jangan segan bertanya bila merasa kurang jelas atau ragu-ragu.

Kalau pilihan wisata Anda seperti kami, jawabannya iya. Haha.. Karena kami lebih sering bepergian jauh dari peradaban daripada ke kawasan wisata populer.

Tapi jika Anda bepergian ke kawasan gunung Gare makanan tidak menjadi masalah. Ada banyak warung penjaja makanan dan minuman hangat di sekitar lokasi wisata.

Di kota apalagi, ada banyak kuliner lezat yang harus Anda coba selama tinggal di Pagar Alam.

Lahat adalah sebuah kabupaten di Sumatera Selatan, daerah kaya ini menyimpan ribuan potensi wisata alam maupun budaya di balik namanya yang (mungkin) lebih dikenal sebagai penghasil batu bara.

Lahat disebut juga sebagai kota 1000 curup (curup artinya air terjun dalam bahasa lokal), nama ini dimiliki bukan tanpa alasan, karena pada saat melintasi wilayah Lahat, curup akan sangat sering dijumpai bahkan di tepian jalan.

Menariknya, curup di sini masih ada yang tergolong “perawan” karena sulit akses kendaraan dan jauhnya jarak menuju tempat tersebut.

Mana saja tempat wisata terbaik untuk dikunjungi? Simak ulasan kami di sini!

Menurut kami, Lahat adalah salah satu lokasi wisata yang paling underrated di Indonesia. Potensi wisatanya luarbiasa banyak, bahkan (mungkin) jauh lebih banyak daripada yang dipunyai tetangganya Pagar Alam.

Sayangnya informasi tentang wisata di Lahat kalah gencar dibandingkan dengan destinasi wisata lain. Itu yang jadi salah satu kelemahan sekaligus kelebihannya. Karena relatif tidak ramai, Lahat bisa menjadi alternatif yang menarik di era pandemi seperti saat ini.

Lahat memiliki ratusan (mungkin ribuan) air terjun yang tersebar di luasnya wilayah kabupaten ini.

Selain itu ada juga wisata budaya berupa kawasan “terisolasi” yang terhubungkan dengan “dunia luar” hanya melalui sebuah jembatan gantung yang amat panjang.

Anda pernah mendengar Grand Canyon? Nah Lahat juga memiliki wisata yang mirip dengan susunan batu yang tersohor itu, meski skalanya tentu tidak sebesar apa yang ada di Arizona tadi, namanya adalah Green Canyon.

Kulinernya juga tidak kalah menarik, meski kalau menurut kami masih kalah dibandingkan yang ada di Pagar Alam (medio 2019 ya, mungkin sekarang sudah banyak perubahan).

Namun sebagai kota, Lahat jauh lebih ramai dibandingkan dengan Pagar Alam, penginapan, hotel, hingga mall bisa Anda temukan di sini.

 

Lahat berada di provinsi Sumatera Selatan, lokasinya bersebelahan dengan Pagar Alam dan Muara Enim. Untuk mencapai Lahat, Anda bisa menggunakan moda pesawat terbang dari kota Palembang, waktu tempuhnya tidak sampai satu jam.

Pilihan lainnya yaitu dengan kereta api dari Palembang, dan ini merupakan pilihan favorit karena murah dan cepat. Saking favoritnya Anda sebaiknya memesan dari jauh-jauh hari karena biasanya akan kehabisan jika harus beli mendadak.

Pilihan terakhir adalah dengan travel, waktu tempuhnya sekitar 6-7 jam perjalanan.

Bengkulu Selatan

Bengkulu Selatan berbatasan langsung dengan kota Pagar Alam di sisi timurnya. Untuk mencapai kota ini, kita harus melalui jalan yang memotong jajaran bukit barisan yang berdiri tegak di bumi Sumatera itu.

Perjalanan naik turun bukit selama 2 jam sangat memanjakan mata karena jajaran curup (air terjun), wisata arung jeram, hingga perkebunan kelapa sawit akan menemani kita secara bergantian.

Bengkulu Selatan memiliki keunikannya tersendiri, karena ia memiliki kawasan pegunungan di timur dan pantai di sepanjang sisi baratnya.

Ada banyak sekali pantai yang indah di sini, jangan lewatkan liputan kami juga seputar Bengkulu Selatan.

TWD Top Videos

Saksikan kami di YouTube: TheWalkingDoctor

Likuan Endikat: 329 ribu tayangan (per 02 Januari 2021).

Likuan ini boleh dibilang salah satu icon kota Pagar Alam, dengan sejarahnya yang panjang, likuan ini turut menjadi saksi bisu dari perjalanan kota Pagar Alam dari era penjajahan Belanda hingga kini.

Yang menjadikan likuan ini lebih spesial adalah dua buah tikungan hairpin (tusuk konde) yang mengawali dan mengakhiri sebuah tanjakan panjang.

Sangat menarik menyaksikan kepiawaian sopir kendaraan besar saat membawa kendaraannya melintasi tikungan ini.

Panduan Wisata Pagar Alam 2019: 26 ribu tayangan (per 02 Januari 2021).

Ingin ke Pagar Alam tapi bingung harus pergi ke mana saja? Nah video ini cocok untuk Anda, apalagi jika waktu kunjungan Anda terbatas hanya 2 atau 3 hari saja.

Berbagai objek wisata yang mudah dijangkau dan (menurut kami) “wajib” didatangi kami masukkan dalam video ini, di antaranya Curup Maung, Tugu Rimau, dan desa Pelang Kenidai.

Curup Maung: 12 ribu tayangan (per 02 Januari 2021).

Di antara ratusan (kalau bukan ribuan) curup di Pagar Alam dan Lahat, ini merupakan yang tercantik di antara yang cantik.

Meskipun lokasinya masih sering diperdebatkan apakah masuk ke Lahat ataukah Pagar Alam, tapi bagi kami curup ini memang tidak ada duanya.

Sayangnya akses menuju curup ini cukup menyulitkan, karena masih berupa jalan setapak yang tak beraspal apalagi dibeton, belum lagi terjalnya jalan membuat nyali pengunjung menciut saat melihatnya.

Tapi segala kesulitan ini akan sirna saat kita berada di areal curup. Pemandangan yang masih asri dengan jernihnya aliran sungai akan memanjakan pengunjung agar betah berlama-lama di curup ini.

Berjarak sekitar satu jam perjalanan saja dari Kota Pagar Alam, atau sekitar dua jam dari Lahat, curup ini menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib didatangi jika Anda sedang berada di dua kota tersebut, tentunya jika Anda cukup bernyali. Huhuhu…

Honorable Mentions

Green Paradise

Pelang Kenidai

Curup Goa Mata

Tugu Rimau

Tangga 2001

Megalith Tegur Wangi

TheWalkingDoctor