Kenapa Minuman Vitamin C Dijual Dalam Kemasan 1000mg?

Segmen ini diambil dari jawaban-jawaban saya (Krisna Adhi) di id.quora.com. Dengan pertanyaan asli: “Mengapa banyak suplemen vitamin C yang dosisnya 1000 mg padahal kebutuhan harian tubuh hanya 100 mg? Bukannya justru menjadi tidak baik untuk ginjal/hati?”

Silakan ajukan pertanyaan kalian dengan bergabung di id.quora.com.


Jawabannya, karena vitamin C bahan bakunya murah. Hehe..

Plus kelebihan vitamin C bagi kebanyakan orang gak akan jadi masalah dan dibuang begitu aja lewat urin.

Jadi kenapa harus “pelit” memunculkan angka “cuma” 90mg. Kurang bombastis secara pemasaran, apalagi produk sebelah malah ngasih 1.000mg!

Suplemen vitamin C

Kalau harus beli buah sebanyak ini, berat kak!

Pertama, harus saya luruskan ya, kalo paragraf ketiga di atas itu opini pribadi semata, namun paragraf pertama dan kedua fakta.

Ini Serius, Kenapa Suplemen Vitamin C Berisi 1000mg?

Kedua, saya nggak benci produk suplemen vitamin C, saya fans mereka sejak lama. Dan setiap ada kesempatan memilih minuman kemasan, maka suplemen vitamin C adalah pilihan ketiga saya setelah air putih dan susu.

Karena pertanyaannya udah dijawab, sekalian saya mau nerangin, kenapa standar vitamin C jadi tinggi. Apakah ada hal mistis di balik angka 500 dan 1000?

Untuk menjawab pertanyaan ini, saya kembali menelusuri jalan setapak di jurnal-jurnal kedokteran. Mencoba memecahkan salah satu misteri terbesar di jagat lemari pendingin mini market.

Kenapa Butuh Suplemen Vitamin C?

Jawabannya sederhana. Adakah di antara kita yang makan buah 5 kali sehari? Saya yakin yang ngacung itungan jari – atau malah nggak ada.

Buah mahal dok, kata seorang mahasiswa di ujung. Ya, baeklah..

Ehem.. Meski sumber vitamin C banyak bertebaran, namun kebanyakan dari mereka – utamanya makanan yang dimasak – akan sangat berkurang jumlah vitamin C-nya saat masuk ke tubuh kita.

Belum lagi bicara bioavaibilitas, karena nggak semua miligram yang masuk akan bisa diserap ke dalam tubuh.

Dan karena kita gak sekaya itu untuk makan buah 5 kali sehari – atau mungkin juga nggak sempet. Vitamin C dalam bentuk suplemen bisa jadi solusi yang murah dan menyenangkan. Dan sekali lagi dunia terselamatkan.

Adakah Manfaatnya Vitamin C Sebanyak Itu?

Dari beberapa penelitian, mungkin bermanfaat.

Penelitian paling terkenal tentang manfaat vitamin C ini tentu adalah penelitian oleh Pauling tahun 1971. Beliau menyebutkan bahwa pemberian suplementasi vitamin C sebanyak 100mg/ hari berguna dalam mencegah/ mengobati salesma.

Penelitian yang lebih baru dan lebih komprehensif di tahun 2007, mengkonfirmasi manfaat suplementasi vitamin C 200mg/ hari dalam pencegahan salesma, meski dalam lingkup yang lebih sempit: suplementasi vitamin C lebih bermanfaat bagi mereka yang menjalani latihan fisik ekstrem (misal pelari maraton), atau orang yang tinggal di kawasan dingin (misal di musim salju).

Sedangkan manfaat suplementasi vitamin C dalam mencegah salesma bagi populasi umum masih ada, meskipun lebih kecil, yakni sebesar 8% pada orang dewasa, dan 14% bagi anak-anak.

Jadi Gimana, Minum Apa Nggak Dok?

Dari data yang ada, vitamin C sesungguhnya nggak sesakti yang dibayangkan kebanyakan orang, hehe..

Vitamin C sebesar 500 maupun 1.000mg memang angka yang “kebanyakan” untuk sebagian besar orang. Namun ada alasan ilmiah juga di baliknya, karena pemberian vitamin C dosis besar (dalam kombinasinya dengan Kalsium dan citrus bioflavonoid), ternyata secara signifikan membuat kadar vitamin C di dalam sel darah putih lebih tinggi.

Bagaimanapun, vitamin C sendiri tetap sangat bermanfaat bagi orang usia berapapun. Dan relatif aman dikonsumsi dalam jumlah sangat besar sekalipun (nilai maksimal yang dianjurkan untuk dewasa tidak melebihi 2.000mg/ hari).

Oleh karenanya, memastikan diet harian kita mengandung vitamin C (dalam bentuk makanan ataupun suplemen) merupakan kewajiban yang harus dipenuhi.

Sumber:

  1. The significance of the evidence about ascorbic acid and the common cold.
  2. Office of Dietary Supplements – Vitamin C
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply