Kenapa Ada Orang yang Pingsan Melihat Darah?

Segmen ini diambil dari jawaban-jawaban saya (Krisna Adhi) di id.quora.com. Dengan pertanyaan asli: “Mengapa sebagian orang merasa lemas saat melihat darah?”

Silakan ajukan pertanyaan kalian dengan bergabung di id.quora.com.


Saya jadi teringat satu momen ketika menolong seorang korban kecelakaan. Siang itu di Puskesmas datang seorang perempuan dengan kaki berdarah-darah akibat terjatuh dari motor.

Ia datang dipapah seorang pemuda. Setelah membersihkan luka-lukanya dengan air dan sedikit tanya jawab, akhirnya kami menaikkan perempuan itu ke atas meja periksa dan memeriksa lukanya secara saksama.

Si pemuda berdiri tak jauh dari kami yang sibuk memasukkan obat bius lokal. Ia tak banyak bicara selama prosesnya, sementara si perempuan terlihat lebih pasrah.

Tak lama kemudian kami baru menyadari kalau si pemuda terjatuh pingsan di lantai, bruk, jatuh kayak sekarung pasir. Hehe..

Eritrosit

Kalau Begini si Darah Keliatan Imut kan?

Ternyata si pemuda gagah tadi punya ketakutan melihat darah. Saya nggak akan buru-buru tertawakan dia, karena kasus begini banyak. Hehe..

Siapa tau kalian juga termasuk?

Apakah Hemophobia Sebuah Penyakit?

Saya kembali harus ngubek-ngubek dunia malam, eh, dunia maya malam-malam untuk mencari setidaknya jurnal ilmiah tentang ini.

Dan ternyata si pemuda itu nggak sendiri, dari satu penelitian di India, ada sekitar 20–30% orang yang memiliki ketakutan yang sama akan darah.

Hemophobia sendiri didefinisikan sebagai ketakutan yang tidak wajar dan menetap kepada darah. Pengidap Hemophobia akan ketakutan saat menyaksikan darah mereka sendiri, darah orang lain atau binatang, atau kadangkala pada foto atau film yang menampilkan gambaran darah.

Dalam dunia medis, ketakutan macam ini ternyata masuk ke dalam kategori penyakit. Di dalam DSM-5 (Diagnostic and Statistical Manual ke-5), Hemophobia dimasukkan ke dalam phobia “darah-injeksi-luka”, termasuk ke dalam golongan ini adalah phobia kepada jarum suntik!

Tanda dan Gejala Hemophobia

Apabila penderita Hemophobia melihat darah seperti dideskripsikan di atas, ia dapat mengalami hal-hal sebagai berikut:

  • Kesulitan bernapas
  • Peningkatan denyut jantung
  • Nyeri dada
  • Gemetaran
  • Pusing
  • Mual
  • Badan terasa panas/ dingin
  • Berkeringat

Selain itu, mereka juga bisa mengalami gejala emosional seperti:

  • Cemas atau panik
  • Perasaan ingin kabur
  • Perasaan kehilangan kontrol
  • Perasaan tak bertenaga
  • Perasaan bahwa dirinya meninggal dunia atau pingsan.

Penyebab Hemophobia

Seringkali masalah ini disebabkan oleh karena trauma pada masa anak-anak atau remaja. Bisa saja ia mengalami pengalaman menakutkan dengan sesuatu yang berwarna merah, sehingga diterjemahkan menjadi ketakutan akan darah.

Perlukah Hemophobia Diatasi?

Oke, nggak semua orang harus jadi tenaga kesehatan kan? Dan lagi nggak semua tenaga kesehatan juga harus melihat adegan berdarah-darah setiap harinya kan?

Jadi apakah Hemophobia cukup dibiarkan begitu aja?

Jawabannya bisa iya dan tidak. Tapi dari perspektif saya sebagai dokter anak, sebaiknya masalah ini tidak dibiarkan bila terjadi pada anak atau remaja.

Karena ada kecenderungan dari orang dengan Hemophobia untuk menghindari stres dengan cara menghindari pencetus-pencetus stresnya, dan imbasnya mereka memiliki kesulitan dalam mengatasi situasi yang menakutkan bagi mereka.

Konsultasi dengan Psikolog

Cara mengatasi Hemophobia maupun phobia lain mungkin belum populer di Indonesia. Namun beberapa pilihan terapi sebetulnya sudah ada, dan saya menyarankan untuk berkonsultasi tentang terapi ini dengan Psikolog. Metoda yang digunakan Psikolog di antaranya terapi Perilaku-Kognisi (Cognitive-Behavior Therapy/ CBT), hipnosis, atau relaksasi.

Oh iya, kembali ke cerita pembuka kita.

Pada akhirnya kami siang itu memiliki dua pasien, perempuan dengan luka robek di kaki, dan si pemuda dengan cedera kepala ringan. Syukurlah keduanya akhirnya baik-baik saja.

Sumber:

https://www.researchgate.net/pub…

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply