Kenapa Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Jarang Sakit?

Segmen ini diambil dari jawaban-jawaban saya (Krisna Adhi) di id.quora.com. Dengan pertanyaan asli: “Mengapa orang gila tidak pernah sakit? Saya penasaran karena semenjak maraknya penyebaran virus Covid-19, masyarakat dihimbau untuk sering mencuci tangan, sementara orang gila rata-rata hidup diantara sampah dan jarang mandi?”

Silakan ajukan pertanyaan kalian dengan bergabung di id.quora.com.


Entah kenapa saya begitu terobsesi menjawab pertanyaan ini, sampai nyari-nyari jurnalnya segala, hehe.

Mungkin juga sekalian menjawab keheranan yang sama pada diri saya ya.

Oke jadi begini ceritanya.

Orang Dengan Gangguan Jiwa

ODGJ pun Update Berita Dong

Bukti Ilmiah Tentang Usia ODGJ

Untuk menjawab salah satu misteri terbesar di jagat ini, hehe.. Saya melipir ke jurnalnya temen-temen Psikiatri, ternyata jawabannya nggak seperti yang kita duga. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) ternyata justru memiliki usia harapan hidup yang lebih rendah dari mereka yang tidak.

Dalam satu penelitian dikatakan bahwa, usia hidup ODGJ sekitar 30 tahun lebih rendah ketimbang orang tanpa ODGJ, dan tau gak apa penyebabnya? Karena sakit fisik.

Mungkin agak ambigu dalam istilah “sakit” ya disini, karena ODGJ sendiri memang orang yang “sakit” di psikisnya.

Sakit Psikis dan Fisik pada ODGJ

Tapi yang ditanyakan apakah mereka secara fisik selalu sehat (karena tidak sakit-sakit secara fisik, meski menggelandang, makan seadanya, tanpa standar higiene yang memadai, dll.), dan sayangnya, jawabannya tidak. ODGJ memiliki banyak masalah kesehatan fisik selain dari masalah mereka sendiri.

Sebuah penelitian lain di India mengkonfirmasi bahwa sekitar 48% ODGJ juga memiliki masalah kesehatan di fisiknya.

Penyakit Komplikasi pada ODGJ

Penyebab kematiannya antara lain komplikasi diabetes, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit paru. Mengapa bisa demikian? Karena ternyata (saya juga baru tau) ODGJ dengan diagnosis Skizofrenia memiliki risiko terkena diabetes 2 kali lebih besar ketimbang populasi normal.

Kalaupun mereka terlihat tidak sakit, mungkin aja karena memang mereka kesulitan berkomunikasi, dan tidak bisa memecahkan masalah yang mereka alami.

Sebagai penutup, bagaimanapun juga ODGJ adalah manusia juga, yang patut ditolong dan didukung dalam upaya kesembuhannya. Dukungan keluarga, lingkungan, dan tenaga kesehatan sangat diperlukan agar ODGJ mau berobat dan jangan sampai putus di tengah jalan.

Sumber:

Medical comorbidities in patients with serious mental illness: a retrospective study of mental health patients attending an outpatient clinic in Qatar

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply