banner 728x90

Arkan Content Creator Studio

banner 468x60

Arkan Creative Content Studio

banner 300x250

Tahun 2020 sudah di depan mata. Dan ada banyak hal yang menanti kita di seberang sana. Beberapa dari kita memandangnya dengan pesimis, takut akan resesi, perlambatan ekonomi, dan lainnya. Namun kami yakin, jauh lebih banyak yang menatap tahun 2020 dengan penuh percaya diri.

Banyak hal yang dinanti di tahun-tahun mendatang, antara lain adalah hadirnya teknologi 5G. Menggantikan teknologi 4G LTE yang sudah menemani kita bertahun-tahun. Teknologi 5G sendiri sudah dikembangkan setidaknya sejak 2-3 tahun ini, dan banyak yang memprediksi, bahwa tahun 2024 adalah tahun kelahiran 5G di Indonesia. Sedangkan berbagai finalisasi regulasi, model bisnisnya akan rampung di 2020 mendatang.

Lalu apa masalahnya dengan 5G?

Dunia masih akan berputar pada porosnya, meski kita masih berkutat dengan spektrum 3,5 G sekalipun di 2020. Burung masih akan berkicau, matahari bersinar, begitupun bayaran BPJS Kesehatan agaknya masih akan telat, meski iuran akan dinaikkan per Januari 2020 mendatang.

Dengan kecepatan unduh jaringan 5G yang konon bisa menembus angka 20 Gbps nanti, banyak hal yang bisa dilakukan. Ambil contoh, dengan kecepatan setinggi itu, operasi menggunakan teknologi jarak jauh sudah dimungkinkan, karena prosesnya hampir tak berjeda antara yang dikerjakan lengan robotik pada pasien dan lengan operator di belahan bumi lain, atau bayangkan video teleconference dengan kualitas gambar 4K, misalnya.

Namun saya tidak berniat mengajak anda jauh-jauh ke arah sana, karena ya pastinya, kecepatan yang akan dinikmati oleh konsumen pastilah tak semenggelegar promosinya. Apalagi ada isu harus mengganti ponsel dengan alat yang kompatibel. Belum lagi bicara ketersediaan layanan jaringannya yang mungkin tak ada di semua kota. Dan lagi, masih lama perjalanan menuju 2024 bukan? Salah.

Mengapa demikian? Karena justru di tahun-tahun inilah, persiapan kita menuju era 5G semestinya ditekuni. Di era 5G nanti, boleh jadi keberadaan televisi analog kelak akan sepenuhnya diganti dengan platform digital murni, macam YouTube, Vimeo, Facebook Video, dan lainnya.

Hal-hal yang rutin dikerjakan, boleh jadi nanti akan digantikan entah dalam bentuk digital, atau oleh tenaga robotik yang dikendalikan secara remot.

Dan sebagaimana dinyatakan oleh Menteri Pendidikan dalam pidatonya di acara pelantikan rektor Universitas Indonesia, seorang dosen penggerak tidak akan membuang-buang waktunya di kelas, ia akan merekam kuliahnya sebelumnya. Kelas kuliah diisi dengan diskusi atau belajar kelompok.

Hal yang sama juga mungkin bisa saja terjadi di dunia kesehatan. Hal-hal rutin macam edukasi kesehatan, bisa saja kelak cukup dituliskan dalam secarik kertas: “edukasi lengkap mengenai penanganan kejang demam pada anak di rumah bisa disaksikan di kanal YouTube kami, dengan tautan sebagai berikut…”.

Mengapa tidak?

Maka jadikanlah tahun 2020 mendatang sebagai titik awal persiapan anda menuju era baru tersebut. Era di mana informasi berputar dengan teramat cepat di sekitar kita.

Era di mana segala hal yang rutin dilakukan saat ini bukan lagi menjadi barang istimewa yang harus dikerjakan manusia.

Jadi silakan tanyakan kepada diri anda sendiri, saat era itu datang, akankah kita menjadi pemain dalam pusaran era baru, ataukah tetap setia sekadar menjadi pengguna?

Arkan Content Creator Studio (ACCS) adalah penyedia jasa pembuatan konten digital bagi tenaga profesional. Infografis di bawah kategori “AskDokterKrisna” merupakan sedikit dari hasil karya ACCS. Silakan kontak kami untuk tahu lebih jauh layanan konten digital apa yang cocok untuk anda di nomor 0852 9090 9184.

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: 

One Response

  1. Mitos Seputar Epilepsi Anak - TheWalkingDoctor3 months ago

    […] di era digital seperti sekarang ini, masih juga ada orangtua yang mempercayai mitos-mitos yang tidak benar […]

    Reply

Leave a Reply