banner 728x90

Kepemimpinan ala Mona Lisa

banner 468x60

Jalan raya depan kantor sedang dibongkar, hujan seperti jasa medis BPJS, sudah berbulan-bulan lamanya tidak turun, kemacetan merajalela dimana-mana, salah seorang anak anda mungkin sedang kurang sehat semalam, rewel dan sulit tidur.

Di kantor satu atau dua rekan kerja bertingkah mengesalkan, anak buah anda sedang under perform, dan tim akreditasi akan segera datang dalam hitungan hari.

Anda belum sempat sarapan sama sekali, bahkan tidak secangkir kopi pun, karena air dispenser habis dan pembantu anda terlupa menggantinya.

banner 300x250

Situasi macam di atas bukan dibuat-buat. Itu kejadian sehari-hari yang mungkin saja terjadi pada siapa saja, dengan pangkat, jabatan apapun.

Pada keadaan seperti itu, stimulus terkecil sekalipun mungkin akan membuat anda meledak. Mengeluarkan kata-kata terjahat yang mungkin bisa dikeluarkan. Menangis histeris. Atau dalam tingkat yang mungkin terlihat tak berbahaya: menulis status negatif di laman sosial media.

Saya tidak sedang menunjuk anda atau orang lain dalam hal ini. Karena saya pun persis begitu. Ekspresi muka saya mudah ditebak. Tak sulit membedakan mana saya yang sedang kesal, mana senang.

Tapi patut direnungkan untuk saya dan kita semua, bahwa kecepatan bereaksi terhadap suatu masalah bukanlah tolak ukur kekuatan seorang pemimpin. Melainkan sebaliknya, hal itu justru mempertontonkan kelemahan.

Dengan merespon suatu masalah dengan reaksi negatif. Anda justru mendorong orang-orang terbaik anda semakin menjauh, untuk kemudian merusak reputasi anda sendiri.

Dan reaksi negatif bukan melulu tentang meneriaki orang lain, menggebrak meja, atau menangis meraung-raung. Namun juga termasuk reaksi-reaksi halus semacam raut wajah, atau biasa dikenal sebagai mikro ekspresi.

Karena harus anda ketahui, menghela napas panjang, kedutan ringan di alis mata, napas cuping hidung, atau gestur pasif-agresif, semuanya punya efek merusak yang sama dengan memaki-maki seseorang.

Mikro ekspresi yang tidak tepat tadi hanya akan membuat bawahan-bawahan anda menjadi salah fokus dalam menanggapi apa keinginan dan kemauan anda, sibuk berupaya melindungi diri mereka sendiri dari kemarahan itu ketimbang bekerja sebagaimana seharusnya.

Maka manajemen mikroekspresi kepemimpinan merupakan hal penting untuk diasah.

Bila anda berkesempatan mengunjungi Prancis, jangan lupa mampir berkunjung ke museum Louvre di Paris. Di sana dipajang salah satu lukisan paling terkenal di dunia: Mona Lisa.

Monna Lisa

Ekspresi Mona Lisa dalam lukisan merupakan mikro ekspresi yang bisa dipelajari dan ditiru sebagai seorang pemimpin.

Senyum Mona Lisa merupakan sebuah enigma. Bila kita fokus memandang bagian matanya, seolah-olah bibir wanita itu sedang tersenyum. Namun senyum itu menghilang manakala kita fokus menatap bibirnya.

Hasilnya, kita tidak pernah yakin, apakah ia sesungguhnya sedang tersenyum ataukah tidak.

Jadi sahabatku yang baik, harus disadari bahwa semakin tua dan semakin tinggi kedudukan, maka pengaruh kita juga akan semakin membesar.

Ada banyak hal buruk yang bisa terjadi dan itu semua di luar kendali kita. Merupakan tugas seorang pemimpin untuk menghadapi masalah terburuk sekalipun, memperbaiki, dan bahkan melampaui apa yang telah dicapai sebelumnya.

Dan harus selalu diingat, bahwa justru dalam momen-momen terburuk seperti itulah, kapabilitas kepemimpinan kita yang sesungguhnya terlihat.

banner 468x60
Rate this article!
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply