banner 728x90

Explore Jejak Sejarah Galuh Timur 2019

banner 468x60

Galuh Timur: Desa Wisata Sejarah di Kec. Tonjong

EJS Galuh Timur 2019
Saat kami tiba di desa Galuh Timur, hari minggu 15 September 2019, matahari bersinar terik di penghujung tahun. Dan hujan sudah tidak turun berbulan-bulan lamanya di Kabupaten Brebes.
Udara hangat di musim kemarau menyambut kedatangan kami di desa Galuh Timur, Kecamatan Tonjong.

Explore Jejak Sejarah Galuh Timur 2019

Sudah lama kami mendengar tentang keberadaan situs sejarah di Brebes. Maka kesempatan baik Explore Jejak Sejarah Galuh Timur ini tidak kami sia-siakan.
Fosil di Kampung Purba

Fosil yang Dipamerkan di Kampung Purba

Acara diikuti sekitar 200 orang peserta yang berisi masyarakat sekitar dan berbagai daerah di sekitar Brebes.

banner 300x250

Kampung Purba

Kampung Purba Tonjong

Sebuah Poster di Kampung Purba

Matahari mulai meninggi saat akhirnya kami diberangkatkan dari depan balai desa Galuh Timur. Perjalanan ini akan menempuh jarak 10 km. Daerah tujuan yang akan didatangi adalah Kampung Purba, Makam Dawa, serta Candi Gagang Golok.
Peserta dibagi menjadi 20 kelompok. Masing-masing berisi 10 orang. Dan diberangkatkan masing-masing 2 kelompok.

Perjalanan 10km Penuh Tantangan

EJS Galuh Timur 2019

Keindahan Alam di Galuh Timur

Berbagai kontur jalanan harus dilalui oleh peserta, mulai dari jalanan tanah kering, berbatu, jalan aspal, hingga sungai kering.

Desa Galuh Timur sendiri ditetapkan sebagai Kampung Wisata Purbakala pada satu tahun lalu. Sebelumnya terdapat penemuan fosil hewan purbakala Situs Bumiayu. Ribuan benda purbakala berupa fosil dan tulang belulang berusia lebih dari 1,5 juta tahun

Salah satu penemuan istimewa adalah fragmen fosil Sinomastodon bumiayuensis, spesies gajah purba paling tua. Di Situs Bumiayu juga ditemukan artefak yang menandakan adanya kehidupan manusia purba.

Situs Purbakala Bumiayu

Fosil gajah di Kampung Purba

Tulang Hewan Purba Dipamerkan di Kampung Purba

Keberadaan ribuan fosil dan tulang belulang purbakala ini merupakan penemuan yang besar. Kalau dilihat dari usianya, fosil ini lebih tua dari pada situs purbakala Sangiran (Sragen), Semedo (Tegal), dan Patiayam (Kudus).

Sebagian besar dari penemuan fosil ini berasal dari sungai Cisaat. Yang juga menjadi salah satu objek penelusuran dalam Eksplorasi Jejak Sejarah kali ini.

Candi Gagang Golok

Candi Gagang Golok

Candi Gagang Golok

Perjalanan berlanjut menempuh jalur yang tak kalah menantang menuju candi gagang golok.

Di tempat ini baru-baru saja ditemukan satu situs yang merupakan suatu reruntuhan bangunan yang diduga  berupa candi masa kerajaan Hindu kuno.

Sumur Kuno Galuh Timur

Sumur Kuno Galuh Timur

Sumur Kuno di Sebelah Candi Gagang Golok

Reruntuhan yang ditemukan mirip dengan sumur yang terdapat air di tengahnya. Kedalamannya mencapai tujuh meter. Sedangkan bentuknya persegi dengan dikelilingi tumpukan batu mirip bata yang berukuran 8×8 meter.

Candi Utama Belum Ditemukan

Reruntuhan ini masih dalam penelitian lebih lanjut karena diduga merupakan bagian belakang candi, sedangkan bagian utamanya belum ditemukan.

Explore Jejak Sejarah Sebagai Event Rutin

Kegiatan Eksplorasi ini direncanakan akan berlangsung rutin, dan disiapkan untuk skala yang lebih besar lagi ke depannya.

Bila anda berminat mengikuti, persiapkan fisik anda sebaik mungkin, karena trek yang panjang dan cukup berat ini membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Karena total perjalanan menempuh sekitar 5-6 jam di tengah cuaca terik musim kemarau.

banner 468x60
Tags:
author

Author: 

Leave a Reply