KKN di Desa Penari, versi Chris_TWD (bagian 0)

0
21
KKN Desa Penari

Sebelum membahas cerita KKN di Desa Penari, versi Chris. Ada sedikit cerita di baliknya. Begini, saya memang tidak banyak membaca akhir-akhir ini.

Ada begitu banyak hal baru dalam hidup saya belakangan. Bukan hal besar memang, hanya pindah rumah 3 kali dalam 2 tahun, dan melibatkan 3 kali pindah pulau.

Dan ternyata, hal itu menyita sebagian besar waktu. (Teriring permintaan maaf kepada para pembaca serial Rumah Dinas)

Namun ada sesuatu yang menarik perhatian saya belakangan. Dan akhirnya berhasil membuat saya membaca kembali (dengan serius).

Oke akun Twitter saya memang sudah lama mati suri, tapi bila ingin mengikuti saya di Twitter, silakan tambahkan saja @Krisnaadhi. Jika beruntung mungkin saya akan kembali menulis disana. Dan mohon dipahami, “jika beruntung” disini mungkin peluangnya hampir sama dengan kemungkinan Anda mendapat sebuah Big Mac jika memesan di Burger King. (kalau ngga paham, googling ya..)

Yah, balik ke Twitter, menulis di sana agaknya memang bukan kecakapan saya – setidaknya sejauh ini. Namun tetap saya tidak menghapus aplikasinya dari ponsel saya. Sekadar berjaga-jaga barangkali suatu saat saya akan terkenal. Ha..!

Dan jagat Twitter ternyata sempat gempar oleh kisah KKN di Desa Penari – yang baru saya baca belakangan. Dan omong-omong tentang cerita, saya sangat menyukai tulisan KKN di Desa Penari. Terlepas dari kontroversi apakah cerita itu nyata atau fiksi, bagi saya ceritanya bagus, dan berhasil memaksa saya membaca dan terus membaca.

Seingat saya, terakhir kali saya membaca seobsesif itu, adalah saat saya menamatkan The God Father karya Mario Puzo. Yang hatam dalam perjalanan di atas kereta api stasiun Gambir menuju Semarang Tawang. Kerja bagus!

Namun di luar segala kekaguman saya akan KKN di Desa Pelangi, saya merasa tulisan tersebut agak “berat dicerna”, meski tidak seluruhnya, tentu. Bagian sulit terutama akan terasa bagi sahabat dari luar Jawa (Jawa disini merujuk ke Jawa Tengah dan Timur).

Saya yang lama tinggal di “Jawa” sekalipun berkali-kali mengernyitkan dahi selama membaca. Dalam berusaha memaknai kalimat dan konteks ceritanya. Yang banyak melibatkan budaya Jawa.

Maka berangkat dari niat memudahkan pemahaman cerita tersebut bagi sahabat-sahabat saya, dan tanpa bermaksud keluar dari inti cerita yang hendak disampaikan penulis asli. Berikut adalah rangkaian kisah KKN di Desa Penari versi Chris_TWD.

Selamat bersabar dalam menikmati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here