banner 728x90

Catatan Akhir Perjalanan (5)

banner 468x60

Rumah dinas Chris adalah sebuah bangunan tua. Memiliki 4 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Cukup besar untuk sebuah keluarga dengan 2-3 orang anak.

Langit-langitnya rendah. Dan Chris bersyukur karenanya. Di Pagar Alam yang dingin, rumah seperti ini terasa lebih hangat. Ah iya, meski tanpa rokok.

Lantainya bersih dan ruangan tampak rapi. Pembantunya yang membersihkan rumah selama Chris pergi. Ia masuk ke dalam kamar dan merebahkan badannya. Kasur itu berderit tertahan.

Chris membuka ponselnya. Ada 5-6 pesan masuk. Ia membacanya sekilas. Membalas 1-2 pesan yang mendesak, lalu membuka kalender.

banner 300x250

Ada banyak catatan di kalender itu. Chris mengguman beberapa saat sebelum pandangan matanya tertuju ke tanggal 30 Juni.
Tidak sampai 21 hari lagi.
Kurang dari tiga minggu. Dan jadwalnya sepadat ini.
Artinya hanya tinggal hitungan hari saja, waktu kerja efektif saja yang harus ia lalui.

Namun setidaknya beban Chris terasa sedikit berkurang sekarang. Karena ia sudah mendapatkan pengganti. Seorang junior akhirnya bersedia meneruskan posisi Chris. Dan mungkin akhir Juni ini ia datang.

Chris tentu saja dengan senang hati akan menyambut kedatangannya. Dengan karpet merah dan kalungan bunga bila perlu.

Kepergiannya dari Pagar Alam akan meninggalkan sebuah lubang yang menganga, seandainya si junior ini tak bersedia mengganti.
Karena tidak ada lagi dokter anak disini. Dan itu akan mengganggu keberlangsungan sistem.

Sistem yang dibangun dengan susah payah oleh para dokter terdahulu. Nyala api yang diturunkan dari generasi ke generasi. Menjaga agar obor tidak padam.
Butuh waktu sebelum Chris menyadari hal ini. Bahwa ia yang sekarang berbeda dengan yang dulu. Tiga huruf di belakang namanya lah yang membuat perbedaan itu: Sp.A

Ini bukan perkara suka atau tidak suka. Juga bukan karena sentimen pribadi. It’s just bussiness kata anak Jaksel, jadi tidak perlu baper.
Dan lagi seperti kata Paman Ben kepada Peter Parker: kekuatan yang besar menghendaki tanggung jawab yang lebih besar.

Chris tentu bukan Spiderman, lagipula sungguh terlalu membandingkan Spiderman yang fiktif dengan Chris yang nyata.

Namun si Paman memang ada benarnya. Lagipula, memangnya ia punya pilihan?

Beberapa rekannya menganggap setahun terakhir ini sebagai tugas.
Beberapa menilai ini kewajiban. Beberapa lainnya – termasuk Chris – menganggap waktu setahun ini hanya untuk sekadar bersenang-senang.

Datang.
Menikmati.
Pulang.
Just bussiness
(bersambung)

banner 468x60
Rate this article!
author

Author: 

Leave a Reply