banner 728x90

Wisata Pagar Alam – Lahat di Libur Lebaran 2019

banner 468x60

Lebaran di Pagar Alam

Dalam hitungan hari, liburan panjang Lebaran 1440H/ 2019M akan datang. Sudah ada rencana berlibur? Jika belum, mungkin bisa mempertimbangkan wisata di Pagar Alam – Lahat sebagai destinasi wisata berikut. Mumpung masih ada waktu untuk ancang-ancang sewa tempat dan transportasi.

Tapi, memang ada apa saja disana? Mari kita intip!

banner 300x250

Lokasi Pagar Alam dan Lahat

Tangga 2001 Pagar Alam

Tangga 2001: Salah Satu Lokasi Seru Berburu Foto

Pagar Alam dan Lahat adalah kota dan kabupaten di Sumatera Selatan. Dahulu, Pagar Alam merupakan bagian dari Kabupaten Lahat, sebelum memisahkan diri pada tahun 2001.

Untuk mengenang momen itu, pemerintah Kota Pagar Alam menamai sebuah Kawasan wisata Pagar Alam, tepatnya di Gunung Gare dengan nama Tangga 2001.

Kota Pagar Alam berjarak kurang lebih 300km dari Palembang, sementara Lahat sekitar 70km lebih sedikit dari itu (perjalanan dari arah Palembang menuju Pagar Alam akan melalui kab. Lahat terlebih dahulu).

Transportasi Menuju Lokasi

Jalan komplek Gunung Gare

Salah Satu Jalan Utama di Pagar Alam

 

Ada berbagai pilihan transportasi menuju kawasan ini. Antara lain:

Pesawat

Saat ini dilayani hanya oleh Wings Air. Terbang sekali sehari dari bandara SMB II di Palembang menuju bandara Atung Bungsu di Pagar Alam (dalam beberapa aplikasi pemesanan tiket, tertulis Atung Bungsu, Lahat)

Jadwal penerbangan dari Palembang adalah pukul 10.10 WIB. Menempuh waktu selama 40 menit. Sedangkan penerbangan dari Atung Bungsu adalah pukul 11.10 WIB.

Dari Bandara Atung Bungsu menuju kota tidak tersedia kendaraan umum. Namun ada beberapa jasa travel dengan mobil pribadi yang siap mengantar ke kota. Jasa sewa per orang sekitar Rp50.000,00.

Tips: Karena saat ini penumpang tidak lagi diberikan jatah bagasi. Baiknya persiapkan barang bawaan anda secermat mungkin. Jarak bandara ke kota Pagar Alam sekitar 30 menit perjalanan. Jika anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai biaya jasa travel dari bandara ke kota dan sebaliknya, juga jasa travel selama di Pagar Alam, silakan tinggalkan komentar dan email anda di bawah.

Kereta Api

Kami lebih menyukai moda transportasi ini daripada yang lain. Dengan harga yang 1/15 dari tiket pesawat, dan waktu tempuh yang jelas lebih cepat daripada kendaraan roda empat (rata-rata 4-5 jam).

Keberangkatan dari Palembang adalah pukul 09.30 WIB untuk kereta ekonomi Bukit Serelo. Sedangkan kereta bisnis dan eksklusif ada di pukul 20.00 WIB.

Sayangnya, kereta api hanya sampai di Stasiun Lahat. Dari Lahat, perjalanan menuju Pagar Alam bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat. Dengan tarif sekitar Rp30.000,00 per orang.

Jadwal lengkap kereta api dapat dilihat disini.

Tips: Bila akan menggunakan moda ini, kami sangat menyarankan untuk memesan tiket dari jauh-jauh hari, karena kereta pagi hampir selalu penuh.

Bus atau Travel

Pilihan terakhir adalah dengan bus atau travel. Dari Palembang ada banyak pilihan travel, mulai keberangkatan pukul 08.00 WIB. Tarif travel sekitar Rp100.000-130.000,00. Perjalanan menempuh perjalanan sekitar 5 jam (sampai Lahat) dan 8-9 jam (sampai Pagar Alam).

Kondisi jalanan sampai dengan kami menulis ini (Mei 2019) cukup baik. Relatif tidak ada gangguan berarti sepanjang perjalanan.

Tips: Pastikan kendaraan anda dalam keadaan sehat, karena ada banyak jalanan yang menantang di ruas Lahat – Pagar Alam. Sulit mencari bengkel mobil di area-area ini. Jadi lebih baik tidak mogok di tengah hutan bukan?

Keadaan Akomodasi Wisata di Pagar Alam dan Lahat

Wisata di Lahat

Dusun Talang Gumay, Lahat

Yang satu ini memang jumlahnya masih terbatas. Terutama di kota Pagar Alam. Namun bila memesan dari jauh-jauh hari, sebetulnya ada banyak rentang pilihan tersedia. Mulai dari hotel melati hingga vila. Favorit kami tentu menginap di Kawasan Gunung Gare.

Biaya menginap di vila ini beragam, mulai Rp450.000,00 hingga Rp600.000,00 per kamar per malam.

Rata-rata sudah menyediakan makan pagi sebagai paket pelayanan.

Tips: Jika ingin mengadakan acara api unggun di malam hari, baiknya konfirmasi ketersediaan fasilitas dengan penyewa. Beberapa sudah menyediakan dapur dalam fasilitasnya. Namun ada juga yang tidak.

Kegiatan Wisata di Pagar Alam dan Lahat

Dalam keadaan cerah, membakar jagung atau ayam di malam hari tentu menyenangkan. Pagi harinya kita bisa menyusuri kebun teh yang lokasinya berdampingan dengan penginapan.

Jangan lupa untuk mengunjungi Dempo Park. Taman tertinggi di Sumatera Selatan.

Atau bila ingin sedikit menantang. Anda bisa bepergian ke lokasi-lokasi berikut:

Tugu Rimau

Kebun Teh Gunung Gare

Jalanan Berliku Menuju Tugu Rimau

Berjarak sekitar 30-45 menit perjalanan dari pintu masuk Kawasan wisata Gunung Gare. Tempat ini merupakan salah satu titik paling populer untuk berwisata di Pagar Alam.

Untuk mencapainya, kita harus melalui jalanan menanjak penuh kelokan. Pemandangan sepanjang jalan amat elok. Jangan lupa siapkan baju hangat. Karena suhu pagi disini bisa lebih rendah dari 16 derajat Celcius.

Di sekitar Tugu Rimau, ada banyak warung penjaja makanan dan minuman hangat. Fasilitas umum seperti musola dan kamar kecil juga tersedia dengan cukup memadai.

Artikel lengkap bisa baca artikel kami Menikmati Pagar Alam dari Ketinggian di Tugu Rimau.

Kawasan Perkebunan Teh

Peserta PAHTW 2018 Menyusuri Kebun Teh

Kebun Teh Pagar Alam

Pagar Alam dikenal dengan tehnya. Sayangnya, lebih banyak produk teh yang diekspor daripada dikonsumsi oleh penduduk lokal. Namun bukan berarti tidak ada yang berjualan teh di kota ini. Di berbagai toko oleh-oleh, olahan teh khas Pagar Alam juga tersedia.

Bagi penyuka fotografi, areal ini akan menjadi favorit anda. Apalagi Kawasan kebun teh kebetulan menghadap ke timur. Membuat kegiatan berfoto pagi lebih berlimpah cahaya.

Lokasi foto favorit kami bisa anda baca disini: Lokasi Foto Instagramable di Gunung Gare Pagar Alam.

Pada pagi hari, para pemetik teh yang sedang beraksi memetik pucuk daun teh juga menjadi objek yang tak kalah menarik untuk diabadikan.

 

Curup-curup, Begitu Banyak Curup

Curup Jarai Lahat

Curup Goa Mata

Ada banyak curup (air terjun) baik di Lahat ataupun Pagar Alam.  Malah, Kabupaten Lahat dikenal juga sebagai kota 1000 curup.

Lokasi curup banyak tersebar di penjuru kedua kota ini. Namun bila anda memilih menginap di Kawasan Gunung Gare, bermain ke air terjun akan lebih mudah lagi karena ada 3 curup yang berdekatan dengan Kawasan ini, yakni curup Embun, curup Mangkok, dan curup Tujuh Kenangan.

Curup dan Tantangannya

Masing-masing curup memiliki pesonanya – sekaligus tantangannya tersendiri. Karena jalan menuju air terjun tidak selalu mudah. Beberapa memiliki akses langsung menggunakan kendaraan roda empat seperti curup Mangkok. Beberapa membutuhkan perjuangan luarbiasa untuk mencapainya.

Saksikan juga video kami tentang curup Lintang Kecil Lahat: curup dengan akses jalan tersulit.

Curup Maung Padang Muara Dua Lahat

Curup Maung Nan Eksotis

Curup Maung LahatBila menghendaki tantangan lebih, namun tidak menyengsarakan (haha..) anda harus mencoba mengunjungi curup Maung. Meskipun aksesnya terbilang sulit, pemandangannya luarbiasa. Banyak yang menyebut, curup ini sebagai salah satu yang terindah di Sumatera.

Tak jauh dari curup Maung, ada juga curup Buluh yang aksesnya lebih bersahabat bagi para turis karena dapat diakses dengan menggunakan ojek.

Artikel lengkap mengenai curup Maung bisa anda baca Eksotisme Curup Maung dan Curup Maung, Pesona Lahat nan Eksotis. Baca juga tulisan kami tentang mitos curup Goa Mata di Lahat.

Kebun Salak Pondoh Gunung Gare

Kebun Salak Pondoh Gunung Gare

Salak Pondoh Pagar Alam

Tak jauh dari Kawasan Gunung Gare, ada beberapa kebun salak pondoh yang dikelola penduduk lokal. Anda bisa membeli langsung di kios-kios yang berlokasi depan kebun.

Atau bila anda ingin mencoba memetik langsung salak dari pohonnya, silakan masuk saja ke kebun salaknya. Para pemilik akan dengan senang hati menjelaskan proses perkawinan salak dan cara memilih salak mana yang sudah bisa dipanen.

Harga salak berkisar antara Rp15.000-18.000,00 per kilogram.

Jenis yang ditanam adalah salak pondoh. Rasanya manis tanpa banyak cairan buah. Dengan rata-rata usia tanaman di atas 7 tahun.

Salak yang baru dipetik akan memiliki citarasa yang berbeda dengan salak yang biasa di supermarket. Jadi jangan lupa mampir untuk membeli apabila mampir.

Kebun Jeruk Gerga

Kebun Jeruk Gergah

Jeruk Gergah Berukuran Jumbo Siap Dipanen

Lokasi kebun jeruk ini agak jauh dari kota, sekitar 45 menit perjalanan ke arah Manna, Bengkulu Selatan. Terdapat beberapa areal perkebunan jeruk disini. Tak sulit untuk dijumpai dari pinggir jalan besar. Jenis jeruk yang ditanam adalah jeruk Gergah.

Simak video liputan kami tentang kebun jeruk di Pagar Alam.

Jeruk Gerga adalah semacam jeruk keprok dengan ukuran besar. Per butir bisa mencapai lebih dari 200 gram. Rasanya sedikit masam, namun kulit ari jeruk Gerga tidak pahit sama sekali.

Konon asal jeruk keprok ini adalah dari Israel, kemudian dibawa melalui Thailand dan ditanam pertama kali di Indonesia di daerah Karo di Sumatera Utara. Adapun nama Gerga diambil dari nama orang yang membawa jeruk jenis ini ke daerah Curup, Bengkulu dan menanamnya disana.

Jeruk Gerga ini biasa dimakan langsung dengan dikupas kulitnya atau dipotong empat seperti jeruk sunkist kemudian dimakan.

Harga jeruk Gerga di pasaran sekitar Rp20.000-30.000,00 per kilogram.

Wisata Sejarah di Situs Megalitikum

Megalith Lahat

Situs Megalitikum Tinggi Hari III

Selain pesona alamnya, Pagaralam dan Lahat memiliki ratusan situs prasejarah yang tersebar di penjuru wilayahnya. Di antara 60 lebih situs prasejarah di Pagar Alam, situs Tegur Wangi sering disebut sebagai yang terbesar.

Bahkan sebanyak 67 situs megalitikum di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, didaftarkan ke Unesco sebagai benda warisan budaya (heritage). Situs-situs yang meliputi arca manusia, arca manusia dililit ular, rumah batu, dan dolmen, tersebar di berbagai lokasi, di antaranya Tegur Wangi Lama, Tanjung Aro, dan Mingkik.

Megalitikum Tinggi Hari III, II, dan I

Berbagai situs lainnya dengan mudah dapat ditemukan di penjuru Pagar Alam dan Lahat, seperti komplek Megalitik Tinggi Hari I, II, dan III; Komplek Rindu Hati, dan Megalitikum Tanjung Raja.

Pesona sejarah dan alam ini pernah dieksplorasi dalam satu even berskala nasional yang rencananya akan digelar tiap tahun di Pagar Alam bernama Pagar Alam Heritage Trail. Liputan lengkap acara Pagar Alam Heritage Trail 2018 dapat dibaca disini.

Tips: Bila waktu anda terbatas, mengunjungi situs Megalitikum Tinggi Hari III, II, dan I adalah pilihan yang paling baik. Karena lokasinya berdekatan, yaitu di Kecamatan Gumay Ulu dan juga merupakan komplek Megalitikum terbesar di Lahat.

Wisata Budaya di Pelang Kenidai

Pagar Alam Heritage Walk Trail 2018

Peserta Kegiatan Pagar Alam Heritage Trail 2018

Tak lupa, Pagar Alam juga memiliki kawasan konservasi budaya. Berlokasi sekitar 30 menit dari kota. Kampung Pelang Kenidai– sering juga disebut sebagai dusun pertama di Kota Pagar Alam – merupakan tempat dimana adat dan budaya Pagar Alam masih lestari. Baik dari bangunan, bahasa, tarian tradisional, hingga pengolahan kopi.

Dusun Pelang Kenidai memiliki 40 unit Ghumah Baghi (rumah tua) dengan ukiran khas Besemah. Selain itu, dusun ini juga merupakan tempat asal muasal Tari Kebagh.

Kuliner khas Besemah juga dapat dijumpai seperti ikan masak ghuas, dodol, lemang, ngiroh kawe atau memasak kopi secara tradisional dan diolah dengan cara ditumbuk lesung, pantauan, mbubos paok.

Dalam kegiatan Pagar Alam Heritage Trail, kampung Pelang Kenidai ini merupakan destinasi yang dituju oleh peserta kegiatan.

Berkemah di Kampung Empat atau Tugu Rimau

Wisata Kampung Empat Pagar Alam

Merasa Familiar dengan Foto ini? Yak, ini di Kampung Empat

Terakhir, anda juga bisa berkemah di Pagar Alam. Apalagi pada liburan lebaran kali ini cuaca sudah lumayan mendukung, karena curah hujan mulai berkurang.

Dengan demikian aktivitas berkemah tentu lebih memungkinkan. Lagipula mana asyik berkemah tapi minus api unggun?

Kampung Empat Tempat Favorit Berkemah

Ada beberapa titik favorit untuk berkemah. Selain dari mendaki ke puncak gunung Dempo tentunya. Antara lain di daerah sekitar Tugu Rimau dan Kampung Empat.

Video liputan kami mengenai Kampung Empat bisa anda saksikan disini.

Kampung Empat sendiri adalah nama sebuah kampung berjarak sekitar 1 jam perjalanan dari Kawasan Gunung Gare. Penduduk Kampung Empat adalah para pemetik teh yang juga bekerja di sekitar lokasi tempat tinggal.

Matahari Terbit di Kampung Empat

Setelah pendakian ke gunung Dempo ditutup, saat ini tidak banyak penduduk yang berada di Kampung Empat, tersisa hanya belasan kepala keluarga saja. Sehingga banyak menyisakan rumah kosong yang ditinggal penghuninya.

Jarak Kampung Empat sebetulnya tidak terlampau jauh dari perkampungan sebelumnya, yaitu Kampung Dua, namun kondisi jalanan yang berupa batu dan tanah memaksa mobil berjalan perlahan.

Tips: Siapkan waktu seharian bila ingin mengunjungi Kampung Empat. Waktu terbaik berangkat adalah setelah salat Subuh. Perjalanan menuju Kampung Empat relatif aman. Bila beruntung anda bisa bertemu matahari terbit di tengah-tengah kebun teh. Bila menghendaki melihat matahari terbit, berangkatlah lebih pagi lagi – atau menginap di Kampung Empat.

Wisata Sunrise di Kebun Teh Pagar Alam

Matahari Terbit di Kebun Teh Gunung Gare

Selain dari kedelapan lokasi di atas, tentu masih banyak lagi alternatif wisata di Pagar Alam maupun Lahat. Yang akan kami ulas dalam postingan berikutnya.

Kami Menunggu Komentar Anda

Tentu kami akan senang sekali jika anda bisa menambahkan dalam kolom komentar di bawah: di mana saja lokasi favorit anda saat berkunjung ke Pagar Alam dan Lahat?

Bagi anda yang membutuhkan informasi mengenai biaya-biaya akomodasi dan transportasi secara spesifik, boleh tinggalkan pertanyaan dan alamat email anda di kolom komentar di bawah. Kami akan jawab sebaik mungkin dan menghubungkan anda dengan penyedia jasa yang terpercaya disini.

Terakhir, tetap ikuti blog kami dan jangan lupa klik link subscribe ini, untuk mengikuti channel Youtube kami: TheWalkingDoctor.

Karena kami percaya, berjalan adalah obat terbaik bagi manusia.

banner 468x60
Tags:
author

Author: 

7 Responses

  1. Pantai Pasar Bawah Manna: Sunset Terbaik - TheWalkingDoctor5 months ago

    […] ternyata jaraknya hanya sekitar 90-an kilometer dari kota Pagar Alam. Jarak sejauh itu lazim ditempuh dalam sekitar 2,5 jam perjalanan. Menembus jalanan berliku di […]

    Reply
  2. Curup Maung yang Eksotisme dari Pagar Alam - Lahat - TheWalkingDoctor5 months ago

    […] harus menempuh perjalanan sekitar 20 menit dari kota Pagaralam – atau 1,5 jam dari Lahat. Menuju Desa Padang Muara Dua, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat. Kemudian […]

    Reply
  3. Tangga 2001 Pagar Alam: Titik Berfoto Terbaik - TheWalkingDoctor5 months ago

    […] 2001 merupakan sebuah monumen. Alkisah pada tahun 2001 Kota Pagar Alam terpisah dari Kabupaten Lahat, resmi berdiri menjadi sebuah Kota. Maka untuk mengenang tahun […]

    Reply
  4. Gunung Gare: Lokasi Foto Instagrammable - TheWalkingDoctor5 months ago

    […] satu lokasi favorit di Pagar Alam untuk berburu foto adalah Kawasan wisata Gunung […]

    Reply
  5. Curup Buluh 7 Tingkat: Air Terjun yang Bersahabat - TheWalkingDoctor5 months ago

    […] ini sebetulnya menghubungkan antara Pagar Alam (baca juga artikel lokasi wisata di Pagar Alam) dan Lahat. Meski demikian, tidak banyak kendaraan yang […]

    Reply
  6. Dempo Park: Taman Tertinggi di Sumatera Selatan - TheWalkingDoctor5 months ago

    […] Dengan ketinggian sekitar 1800 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di kaki gunung Dempo Pagar Alam, yang pada cuaca cerah, latar belakang pemandangan taman ini adalah gunung […]

    Reply
  7. Wisata Pagar Alam: Panduan 2019 - TheWalkingDoctor5 months ago

    […] Artikel lengkap mengenai cara menuju Pagar Alam dapat anda baca disini. […]

    Reply

Leave a Reply