banner 728x90

Rumah Dinas (6)

banner 468x60

Chris kemudian teringat kata-kata Sisi.

Sisi adalah koleganya selama 5 tahun selama menempuh pendidikan. Orangtuanya berasal dari dekat kota tetangga Pagaralam.

Ia beberapa kali mengingatkan Chris agar tidak keluar rumah saat dini hari dan saat magrib. Apalagi ke arah gunung Dempo.

“Ada Masumai

Pada kesempatan lain Ackman juga mengatakan hal yang serupa kepadanya.

Untuk berhati-hati.

Chris tidak pernah benar-benar memikirkan kedua nasihat itu. Sampai dengan saat ini.

banner 300x250

Ia pernah mencari tahu tentang Masumai ini. Tak ada banyak informasi di Internet. Kecuali bahwa itu adalah sosok penjaga gunung Dempo.

Dan…

Lututnya tertekuk ke arah dalam. Seperti sepasang kaki harimau.

Chris juga pernah menanyakan hal ini kepada seorang kenalannya.

Orang itu hanya tertawa. Ia merasa bodoh. Dan Chris tidak pernah menanyakan lagi.

Chris mencoba mengingat perempuan tadi. Wajahnya biasa saja.

Kakinya…

Ia tidak memperhatikan saksama.

Ia bahkan tidak yakin bisa membayangkan sosok dengan lutut seperti harimau.

Kemudian hening selama nyaris sepuluh menit. Jalanan masih gelap.

Kali ini lampu jalan sudah tidak ada lagi.

Adi menyuruhnya berbelok pada suatu akhir dari jalan menurun. Ada sebuah persimpangan kecil. Dengan suatu plang nama yang berkarat.

“Kampung Empat”

Chris ragu untuk sesaat. Ia melihat ke arah Adi. Wajahnya sudah tidak setegang tadi.

Ia bertanya mengenai penduduk di Kampung Empat. Untuk mencairkan ketegangan.

Adi menjelaskan. Dahulu kampung ini ramai. Ada lebih dari 50 kepala keluarga tinggal di sana. Namun paska erupsi Gunung Merapi Dempo, jalur pendakian ditutup. Sebagian dari warga yang menggantungkan hidup dari para pendaki meninggalkan kampung ini.

Menyisakan hanya sekitar belasan kepala keluarga saja yang bertahan disana.

Jalanan aspal mulus berganti dengan jalanan berbatu cadas. Mobil melaju lambat.

Chris berusaha keras mengendalikan kemudi. Ketiadaan powersteering membuatnya harus bekerja ekstra menahan bantingan.

“Saya bukannya tidak mau menemani dokter” Sahut Adi tiba-tiba.

“Apa?”

“Di rumah itu ada perempuan, dok. Ganas”

Chris tiba-tiba menghentikan laju kendaraannya.

banner 468x60
Rate this article!
Rumah Dinas (6),5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Leave a Reply