Pagar Alam Heritage Trail 2018

Seni Budaya, Tradisi, dan Sejarah di Pagar Alam Heritage Trail

Peserta Pagar Alam Heritage Trail 2018
Para Peserta Pagar Alam Heritage Trail di Vila MTQ

Pagaralam Heritage Trail 2018 merupakan kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan di kota Pagar Alam.

Acara ini bertujuan untuk mengenalkan seni budaya, tradisi dan situs bersejarah di Kota Wisata Pagar Alam, Sumatera Selatan. Dan direncanakan akan diselenggarakan setiap tahunnya di kota Kembang ini.

Liputan kami mengenai Pagar Alam Heritage Trail 2018 bisa anda lihat disini.

Pagar Alam Heritage Trail Walk

Untuk kegiatan di tahun 2018, Pagar Alam Heritage Trail ini dilaksanakan selama 3 hari, yakni Jumat – Minggu, 07 – 09 Desember 2018. Dengan perwakilan dari seluruh dinas di lingkungan kota Pagar Alam mengikuti. Juga sebanyak 150 peserta yang merupakan mahasiswa Poltekpar dari Kota Palembang.

Kegiatan hari Sabtu, 08 Desember lalu adalah Pagar Alam Heritage Walk Trail. Yaitu berjalan kaki menyusuri wilayah kota dataran tinggi ini, untuk menuju lokasi-lokasi bersejarah. Antara lain situs purbakala yang berada di sisi barat dari kota. 

Acara dimulai pada pagi hari di vila MTQ, kawasan Gunung Gare, dan dibuka oleh Wakil Walikota Pagar Alam.

Hamparan Hijau Kebun Teh

Peserta Pagar Alam Heritage Trail di Kebun Teh
Menyusuri Kebun Teh Gunung Gare

Acara dimulai dengan menyusuri hamparan kebun teh yang berlokasi di samping vila MTQ. Meski acara Pagaralam Heritage Walk Trail dimulai terlambat dari jadwal yang seharusnya. Namun hal itu tidak mengurangi antusias para peserta.

Kebanyakan dari mereka sudah lama mendengar tentang keindahan kota Pagar Alam, namun baru pertama kali ini berkesempatan hadir langsung. 

Puas Berfoto di Pagar Alam Heritage Trail

Dan mereka beruntung karena pagi itu sedikit berawan. Sehingga kondisi masih cukup ideal untuk mengambil foto.

Hamparan luas hijaunya kebun teh pagi itu bersinar cemerlang karena ditimpa sinar matahari. Banyak peserta yang tidak menyia-nyiakan kesempatan ini untuk mengambil foto maupun video. Suasana sepanjang perjalanan pun semakin riuh dengan canda dan tawa para peserta.

Menyaksikan Para Pemetik Daun Teh Beraksi

Hanya saja ada satu hal yang hilang pagi itu. Karena apabila rombongan bisa berangkat lebih pagi, sebetulnya akan menjumpai para pemetik teh yang sedang bekerja.

Para ibu-ibu yang kebanyakan adalah keturunan transmigran dari pulau Jawa itu dengan lincah akan menarikan jari jemari mereka memetik pucuk teh.

Mereka biasanya sudah mulai turun ke kebun teh sekitar pukul 06.30 pagi. Dan kegiatan ini hanya akan berlangsung singkat. Karena teh yang sudah dipetik tersebut akan segera diangkut untuk diolah. Menggunakan truk menuju pabrik yang berlokasi juga di kawasan yang sama.

Menyusuri Kebun Kopi di Pagar Alam Heritage Trail

Jalan Menanjak di Kebun Kopi

Dari areal perkebunan teh, sekitar 1 kilometer berikutnya. Para peserta Pagaralam Heritage Trail kemudian diajak menyusuri sebuah lembah menuju hamparan kebun kopi.

Kedua daerah perkebunan ini dipisahkan oleh sebuah jurang dan sungai kecil.

Kedalaman jurang ini sekitar 20 – 25 meter. Dengan jalan setapak yang masih berupa tanah. Untungnya jurang itu tidak terlalu curam. Sehingga hampir tidak ada kendala berarti bagi sebagian besar peserta. Setidaknya untuk sejauh ini.

Pagar Alam Sebagai Penghasil Kopi

Selain dari tehnya yang terkenal. Kota Pagar Alam juga dikenal sebagai penghasil kopi Robusta.

Kebun kopi yang dilalui kali ini menjadi bukti. Bahwa potensi kota ini masih sangatlah besar. Sebagai penghasil komoditi yang belakangan sedang naik daun di kalangan masyarakat kota besar, di kota Pagar Alam sendiri belum marak dijumpai kafe ataupun coffee shop.

Malah kebanyakan dari teh produksi kaki Gunung Dempo ini justru diekspor ke manca negara.

Jalanan Setapak di Antara Rindang Kebun Kopi

Kami berjalan menyusuri jalan setapak di antara kebun kopi. Tentu berupa jalan tanah. Yang becek pada beberapa titik. Buah kopi sebagian besar masih berwarna hijau di penghujung tahun 2018 itu.

Masih sekitar 5 bulan lagi menuju panen raya. Pohon kopi disini memiliki ketinggian hanya sekitar 1,5 meter. Sebagian besar adalah kopi Robusta. 

Kopi jenis ini jauh lebih mudah dirawat ketimbang kopi jenis Arabica. Karena kandungan kafein yang tinggi membuatnya dijauhi oleh hama.

Menyebrangi Jembatan Bambu di Pagar Alam Heritage Trail

Di beberapa lokasi. Peserta harus melewati parit melalui jembatan bambu.

Arus air yang deras dan titian jembatan yang sempit membuat beberapa peserta bergidik ngeri. Untungnya karena kesiapan panitia, tidak sampai terjadi hal yang tidak diinginkan. Justru menyebrangi jembatan ini menambah riuh rendahnya kegiatan.

Peserta Pagar Alam Heritage Trail Menyebrang Jembatan
Menyebrangi Jembatan Bambu

Kebun Jeruk Gergah Pagar Alam

Selain dari kopi dan teh, di kota Pagar Alam juga kebun jeruk sedang menjadi primadona. Namun areal perkebunan jeruk berada di sisi lain kota Pagar Alam. Yakni di jalan menuju Tanjung Sakti, Lahat.

Jeruk yang banyak ditanam salah satunya adalah jeruk Gergah, yakni sejenis jeruk keprok berukuran besar yang konon berasal dari Thailand. 

Areal Pagar Alam yang merupakan dataran tinggi membuat kawasan ini cocok ditanami jeruk Gergah.

Liputan kami mengenai wisata kebun jeruk Gergah bisa anda lihat disini.

Wisata Sejarah di Pagar Alam Heritage Trail

Megalit Tegur Wangi

Setelah berjalan sekitar 1 jam para peserta Pagar Alam Heritage Walk Trail akhirnya tiba di Megalit Tegur Wangi

Area ini merupakan peninggalan dari zaman prasejarah. Berupa patung berukir dan sebuah kubur batu. Usia megalith ini diperkirakan sama dengan usia kerajaan Sriwijaya yang konon berpusat di kota ini juga.

Liputan kami mengenai Megalith Tegur Wangi bisa anda lihat disini.

Trek Ekstreme di Pagar Alam Heritage Trail

Peserta Menaiki Bukit Dengan Tali di Pagar Alam
Mendaki Bukit Kecil Menggunakan Bantuan Tali

Perjalanan kami berlanjut menelusuri jalanan setapak melalui kawasan Batu Balai.

Disini peserta ditantang untuk meniti sungai melalui sebuah jembatan bambu. Hingga melalui jalanan menanjak ekstreme dengan kemiringan mencapai 60 derajat.

Mendaki Bukit dengan Seutas Tali

Para peserta mendakinya dengan menggunakan bantuan tali yang sudah disiapkan panitia. Ada antrian cukup panjang disini. Karena peserta harus mendaki bergantian.

Setelah melalui pendakian yang cukup menantang. Kami akhirnya bertemu dengan jalan beraspal lagi.

Peserta Pagar Alam Heritage Trail Menunggu Giliran
Sabar Menanti Giliran Menaiki Bukit

Jalanan menanjak itu ternyata berakhir di sekitar kawasan Bumi Agung. Dari kawasan Bumi Agung. Para peserta berbelok mengikuti jalan penuh tanjakan kembali menuju kawasan Gunung Gare.

Tak sedikit peserta yang menyerah melanjutkan, namun lebih banyak lagi yang terus berjalan. Ada dua unit ambulans yang disiapkan panitia Pagar Alam Heritage Walk Trail untuk berjaga mengawal peserta.

Syukurlah tidak ada peserta yang mengalami cedera serius. Sehingga ambulans lebih banyak digunakan mengangkut peserta yang lelah menanjak. Hehe..

Perjalanan Pulang ke Gunung Gare
Pemandangan Serba Hijau di Sepanjang Jalan

Pemandangan Hijau Sepanjang Pagar Alam Heritage Trail

Jalanan di Kawasan Perkantoran Gunung Gare
Salah Satu Jalan Utama di Gunung Gare

Sepanjang jalan mata dimanjakan oleh pemandangan serba hijau di tanah Pagaralam, termasuk saat melalui daerah pertanian sayur mayur dengan latar belakang gunung Dempo.

Total jarak yang ditempuh peserta adalah sekitar 6 kilometer. Dengan waktu tempuh sekitar 2,5 – 3 jam perjalanan.
Perjalanan dimulai dan berakhir pada area MTQ di Kawasan Gunung Gare. 

Tips Mengikuti Pagar Alam Heritage Trail

Pagar Alam Heritage Trail diagendakan rutin tiap tahun, dengan tahun 2018 menjadi yang pertama kali diadakan.

Kemungkinan acara akan diadakan setiap penghujung tahun. Sayangnya karena informasi yang beredar tidak banyak terpublikasi, belum banyak peserta dari luar wilayah Sumatera Selatan yang ikut ambil bagian.

Jadwal penerbangan dan cara mencapai kota Pagar Alam dengan berbagai moda transportasi dapat anda baca di artikel kami berikut.

Adapun areal penginapan dan wisata lain yang dapat anda kunjungi di Pagar Alam, dapat anda saksikan liputannya di video kami mengenai Panduan Wisata Pagar Alam. 

Jangan lupa juga untuk subscribe kanal YouTube kami TheWalkingDoctor.

1 thought on “Pagar Alam Heritage Trail 2018”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *