Dokter Generasi Y & Z: TheWalkingDoctor

Pemandangan dari Tugu Rimau (1800mdpl), Kota Pagaralam

Apa Itu Kebahagiaan?

Suatu saat, seorang kawan dokter dari generasi Y pernah berkata:

  • Jika ingin menjadi bahagia selama 1 menit, dengarkanlah lagu.
  • Jika ingin menjadi bahagia selama 1 jam, tontonlah film.
  • Jika ingin menjadi bahagia selama 1 bulan, menikahlah.
  • Tapi jika ingin menjadi bahagia seumur hidup, cintai pekerjaanmu.

Menjadi dokter merupakan hal yang menyenangkan. Sekali diraih, ia merupakan titel seumur hidup. Merupakan beban sekaligus menjadi tantangan. 

Gelar dokter adalah semacam jaminan penerimaan di masyarakat, di seluruh dunia. Merupakan salah satu bahasa universal untuk kemanusiaan, kepedulian, jiwa sosial, dan berbagai kebaikan lain yang melekat pada profesi ini.

Dokter Generasi Y, Z dan Seterusnya

Setidaknya itu yang kami rasakan sebelum menjadi dokter. Saat hidung ingusan kami menatap para dokter senior dengan mata penuh kekaguman. Namun untuk bisa mencintai pekerjaan ini. Well, itu hal yang sama sekali berbeda.

Ada banyak tantangan saat ini. Hal yang berbeda dengan apa yang kami bayangkan sebelumnya. Keindahan yang dulu kami impikan, mungkin tidak sama dengan yang akhir kami didapatkan.

Tapi tidak masalah. Karena satu-satunya hal yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri.

Ragam Profesi Dokter Generasi Y, Z

Maka kami para dokter millenial, dokter generasi Y – mungkin juga menyusul junior-junior kami dari generasi Z – juga akan beradaptasi dengan keadaan. Yang mana generasi kami dihadapkan dengan teknologi digital, multimedia, dan kemajuan teknologi yang luarbiasa masif.

Ada begitu banyak inspirasi dari para dokter masa kini. Dokter bukan lagi dimaknai sempit sebagai profesi yang bekerja menyembuhkan orang sakit.

Seorang rekan dokter generasi Y bekerja penuh waktu sebagai personal trainer. Berkonsentrasi penuh pada modifikasi gaya hidup. Badannya atletis. Tak kalah dengan atlet. Meski terkadang memunculkan pertanyaan usil – bahkan dari rekan sejawat – dapet uang darimana?

dr. Andy. Sang personal trainer.

Seorang rekan lain di kota Semarang berkonsentrasi pada event organizer. Dokter Generasi Y yang kebetulan juga Radiologist satu-satunya di Kota Pagaralam pada malam hari berubah profesi menjadi content creator dan master SEO. Seorang dokter generasi Y yang kebetulan Pediatrist banting stir pada akhir pekan menjadi vlogger. Serta pasangan dokter gen Y spesialis Bedah Onkologi dan Radiologist yang menjadi penasihat international traveller.

Memenuhi Panggilan Hidup Masing-masing

Artinya, rezeki bagi generasi kami tidak melulu berasal hanya dari satu pintu profesi. Selain masalah penghasilan, passion juga berperan disini. Profesi dokter lah yang memungkinkan passion ini keluar untuk memenuhi potensinya. 

Dan inilah kami generasi Y dan Z. Mencoba memberi makna lain dari profesi dokter. Tanpa meninggalkan identitas kami sebagai dokter.

Bahwa ada sisi lain dari hidup yang membuat kami mencintai profesi ini. (Chris)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *